TAPUT – Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara memberikan apresiasi atas dedikasi dan kerja keras 60 siswa SMP Negeri 3 Tarutung yang berlatih membawakan seni pertunjukan Opera Batak “Fragmen Tortor Siboru Lopian”.
Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., saat mengunjungi SMP Negeri 3 Tarutung. Dalam kunjungan itu, Wakil Bupati berdialog bersama para siswa, guru, dan kepala sekolah sekaligus memberikan motivasi kepada para generasi muda yang turut berperan dalam melestarikan seni dan budaya daerah.
Wakil Bupati menyampaikan bahwa meskipun penampilan Opera Batak “Fragmen Tortor Siboru Lopian” belum dapat ditampilkan dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia karena padatnya agenda dan banyaknya penampilan yang harus disiapkan, semangat para siswa untuk berkarya dan melestarikan budaya tidak boleh surut.
Menurutnya, seni dan budaya merupakan kekayaan daerah yang harus terus dirawat dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
“Dedikasi dan keindahan karya anak-anak kami sangat luar biasa,” ujar Deni.
Ia juga mendorong para siswa untuk terus berlatih dan mengembangkan kreativitas. Kegiatan seni, menurutnya, tidak hanya menjadi ruang ekspresi bagi generasi muda, tetapi juga menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan dan mempertahankan kekayaan budaya Tapanuli Utara.
Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berkomitmen untuk terus membuka dan memperluas ruang ekspresi kebudayaan bagi generasi muda. Berbagai karya seni dan atraksi budaya diharapkan dapat diakomodasi dalam agenda-agenda daerah yang relevan pada masa mendatang.
Dengan demikian, karya seni seperti Opera Batak “Fragmen Tortor Siboru Lopian” tidak berhenti pada proses latihan, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam menjaga identitas dan kekayaan budaya Tapanuli Utara. (IT)







