Wabup Toba Buka Pelatihan Dasar TAGANA Unsur Rajawali, Tekankan Pentingnya Relawan Terlatih

banner 468x60

TOBA – Inspirasi.online Wakil Bupati Toba, Audi Murphy O. Sitorus, secara resmi membuka kegiatan pelatihan dasar penanggulangan bencana yang diselenggarakan oleh Taruna Siaga Bencana (TAGANA) Unsur Rajawali. Kegiatan ini berlangsung di Dharmala Camping Ground Pangkodian, Desa Lintong Nihuta, Kecamatan Tampahan, Kabupaten Toba, pada Selasa (24/3/2026), dan dijadwalkan selama tiga hari hingga 26 Maret 2026.

Dalam upacara pembukaan, Wakil Bupati yang bertindak sebagai pembina upacara menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih atas terselenggaranya pelatihan tersebut. Ia menegaskan bahwa wilayah Tapanuli, termasuk Kabupaten Toba, merupakan daerah dataran tinggi yang memiliki potensi kerawanan bencana seperti gempa bumi, longsor, dan banjir, sehingga kehadiran relawan yang terlatih sangat dibutuhkan.

Baca Juga :  Patroli Antisipasi Curas, Curat, dan Curanmor serta Penjagaan Kamtibmas Menjelang Bulan Ramadhan 1446 H di Wilayah Polsek Langgam

Menurutnya, penanggulangan bencana tidak cukup hanya mengandalkan niat baik semata, melainkan juga memerlukan pengetahuan serta keterampilan dasar yang memadai. Para relawan diharapkan memahami prosedur operasional standar (SOP) dalam penanganan bencana, mulai dari teknik evakuasi hingga penanganan korban secara tepat.

Baca Juga :  Polsek Pangkalan Kerinci Gelar Operasi Pekat Sambut Bulan Suci Ramadhan

“Relawan harus dibekali pengetahuan dan keterampilan yang benar agar mampu bertindak secara cepat dan tepat di lapangan. Melalui pelatihan ini, peserta akan memperoleh bekal penting sekaligus sertifikat sebagai bentuk pengakuan kompetensi,” ujar Wakil Bupati.

Baca Juga :  Pemkab Tapanuli Utara Bersama Utusan Khusus Presiden Tanam Pohon dan Bahas Mitigasi Bencana

Pelatihan dasar TAGANA Unsur Rajawali ini diikuti oleh sebanyak 149 relawan yang berasal dari berbagai kabupaten di kawasan Tapanuli, bahkan turut diikuti peserta dari Aceh. Adapun materi pelatihan meliputi water rescue, vertical rescue, penguatan shelter, advokasi sosial, serta simulasi penanganan bencana longsor dan gempa.

Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kapasitas serta kesiapsiagaan relawan dalam menghadapi potensi bencana di wilayah masing-masing.(I.Togatorop)

Pos terkait