Dua dari 5 Korban Longsor di PLTM Parmonangan Ditemukan

banner 468x60
TAPUT – Upaya pencarian korban longsor di Desa Hutatua, Kecamatan Parmonangan, memasuki hari ketiga pada Jumat (28/11/2025). Tim gabungan terus bekerja tanpa henti untuk menemukan lima pekerja PT Tamaris Hydro Energy yang kini disebut sebagai PT Partogi Hydro Energy, mereka sebelumnya dilaporkan hilang.

Sejak pagi, alat berat kembali dioperasikan untuk membuka timbunan material longsor yang mencapai beberapa meter. Kondisi medan yang sempit dan labil membuat proses evakuasi berlangsung sangat hati-hati.

Pada pukul 15.50 WIB, tim berhasil menemukan satu korban atas nama Farida (42), warga Kota Tebingtinggi, yang bertugas sebagai juru masak di lokasi proyek. Korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa dan langsung dievakuasi menuju titik aman.

Baca Juga :  Perkuat Sinergi dengan APH, Kepala Rutan Tarutung Kunjungan Kerja Ke - 3 Kalinya Ke Polres Tapanuli Utara 

Tak lama berselang, sekitar pukul 17.15 WIB, Tim SAR kembali menemukan korban kedua, yaitu Gedeon Manalu (24). Sama seperti korban pertama, Dion juga ditemukan dalam kondisi meninggal.

Kepala Desa Hutatua yang berada di lokasi memastikan bahwa kedua jenazah telah dibawa ke Puskesmas Parmonangan untuk proses pemulasaraan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

“Dari lima korban yang dinyatakan hilang, dua telah ditemukan. Pencarian akan tetap kami lanjutkan sampai tiga korban lainnya ditemukan,” ujarnya.

Baca Juga :  Kapolres Taput Pimpin Upcara Kenaikan Pangkat Setingkat 7 Perwira, 32 Bintara Dan 1 PNS Polri

Informasi yang didapatkan dari masyarakat, dijelaskan Erikson Gultom selaku Koordinator Pos SAR Danau Toba bahwa operasi pencarian resmi akan berlangsung selama tujuh hari sesuai standar penanganan bencana.

Namun, Erikson menegaskan kemungkinan perpanjangan pencarian akan dibuka apabila ditemukan tanda-tanda keberadaan korban atau ada permintaan resmi dari pemerintah setempat.

Saat ini, Basarnas menerjunkan enam personel, dibantu tiga anggota Siantar Rafting, untuk mempercepat proses penelusuran di area yang dinilai paling berisiko.

Pantauan wartawan di lokasi menunjukkan bahwa proses pencarian melibatkan unsur lengkap dari Basarnas, TNI, Polri, manajemen PT Tamaris, serta warga Desa Hutatua. Selain dua unit ekskavator, tim juga menggunakan pompa air, cangkul, sekop, dan peralatan manual lainnya untuk menjangkau titik-titik yang sulit dilewati alat berat.

Baca Juga :  Cegah Gangguan Kamtibmas, Polsek Siborongborong Aktif Lakukan KRYD Selama Bulan Suci Ramadhan

Cuaca yang masih labil dan kondisi tanah yang licin menjadi tantangan utama bagi tim di lapangan.

Hingga laporan ini ditayangkan, pihak manajemen PT belum memberikan keterangan resmi mengenai perkembangan penanganan bencana maupun langkah perusahaan terhadap para korban.

Sementara itu, operasi pencarian akan kembali dilanjutkan hingga seluruh korban berhasil ditemukan. (AM)

Pos terkait