Kegiatan Kokurikuler SDN 173276 Hutasoit Pardomuan, Siswa Latih Literasi dan Kreativitas

banner 468x60

TAPUT – SD Negeri 173276 Hutasoit Pardomuan kembali menunjukkan komitmennya dalam menghadirkan pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan bermakna bagi peserta didik. Melalui kegiatan kokurikuler mata pelajaran Bahasa Indonesia, siswa kelas 5A melaksanakan praktik pembuatan sabun cuci, dengan fokus pada sabun pencuci piring, yang dilaksanakan di lingkungan sekolah.

Kegiatan kokurikuler ini dirancang sebagai bentuk penguatan pembelajaran Bahasa Indonesia yang tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga pada kemampuan berbahasa secara aplikatif, seperti membaca petunjuk, menulis langkah kerja, berdiskusi, mempresentasikan hasil, serta menyampaikan laporan kegiatan secara lisan dan tertulis.

Wali kelas 5A, Riskandi Hutasoit, menjelaskan bahwa kegiatan ini sengaja dipilih agar siswa mampu mengaitkan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan kehidupan sehari-hari.

Baca Juga :  Terisolasi oleh Longsor, Tidak Terputus Harapan: Taput Pacu Pembukaan Jalan dan Hidupkan Akses Komunikasi Sementara

“Melalui pembuatan sabun cuci piring ini, siswa tidak hanya belajar praktik, tetapi juga belajar Bahasa Indonesia secara utuh. Mereka membaca teks prosedur, menuliskan langkah-langkah, berdiskusi dalam kelompok, hingga mempresentasikan hasilnya. Ini melatih kemampuan literasi, kerja sama, dan rasa percaya diri anak,” ujar Riskandi Hutasoit.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut juga bertujuan menumbuhkan kreativitas, kemandirian, serta jiwa kewirausahaan sejak dini. Menurutnya, pembelajaran akan lebih mudah dipahami siswa ketika dikaitkan langsung dengan aktivitas nyata yang dekat dengan kehidupan mereka.

Dalam pelaksanaannya, siswa tampak antusias mengikuti setiap tahapan pembuatan sabun cuci piring, mulai dari pengenalan bahan, proses pencampuran, hingga pembahasan manfaat sabun bagi kebersihan rumah tangga. Suasana belajar berlangsung aktif dan menyenangkan, dengan siswa terlibat langsung dalam proses dan diskusi kelompok.

Baca Juga :  Berbagi Kasih, Polres Tapanuli Utara Bagi Takjil Kepada Masyarakat Yang Melintas Untuk Berbuka Puasa

Sementara itu, Kepala SD Negeri 173276 Hutasoit Pardomuan, Dosmasari Manalu, menyampaikan apresiasinya terhadap inovasi pembelajaran yang dilakukan oleh wali kelas dan siswa.

“Kami sangat mendukung kegiatan kokurikuler seperti ini karena sejalan dengan semangat Kurikulum Merdeka, yaitu pembelajaran yang berpusat pada siswa dan berbasis pengalaman. Anak-anak tidak hanya belajar di dalam kelas, tetapi juga mengembangkan keterampilan hidup, kreativitas, dan karakter,” kata Dosmasari Manalu.

Ia menegaskan bahwa pihak sekolah terus mendorong para guru untuk berinovasi dalam pembelajaran agar siswa tidak merasa jenuh, sekaligus mampu mengembangkan potensi akademik maupun nonakademik.

Baca Juga :  Program CSR SOL Dorong Produktivitas Bawang Merah di Pahae Jae dan Pahae Julu mencapai Rp 350 juta

“Harapan kami, kegiatan seperti ini bisa membentuk siswa yang cerdas, terampil, berkarakter, serta mampu berpikir kritis dan komunikatif. SD Negeri 173276 Hutasoit Pardomuan akan terus berkomitmen menciptakan lingkungan belajar yang menyenangkan dan bermakna,” tambahnya.

Melalui kegiatan kokurikuler Bahasa Indonesia ini, SD Negeri 173276 Hutasoit Pardomuan membuktikan bahwa pembelajaran dapat dikemas secara kreatif dan aplikatif, tanpa meninggalkan tujuan utama pendidikan.

Pembuatan sabun cuci piring oleh siswa kelas 5A menjadi contoh nyata bagaimana sekolah dasar mampu menghadirkan pembelajaran inovatif yang relevan dengan kehidupan sehari-hari sekaligus memperkuat literasi peserta didik. (AM)

Pos terkait