DPP LSM MAUNG Minta Polresta Tanjung Pinang Tutup Gelanggang Ayam dan Cingkoko KM 14 Serta Usut Pencemaran Nama Baik Pimpinan TJN

Keterangan Foto : Dedek Wahyudi.C.PS anggota investigasi DPP LSM MAUNG
banner 468x60

TANJUNG PINANG – Dua hari telah berlalu sejak laporan resmi dilayangkan ke Polresta Tanjungpinang oleh pihak media Tinta Jurnalis News (TJN), terkait dugaan pencemaran nama baik yang dilakukan melalui media sosial Facebook, pada Minggu (6/4/2025)

Dalam unggahan yang kini jadi sorotan, disebutkan nama dan menampilkan foto Pimpinan Umum TJN, Edo Jurnalis, serta menyertakan nama institusi media TJN, dengan narasi yang mengaitkan mereka dalam aktivitas perjudian gelanggang ayam dan dadu (cingkoko) yang diduga berlangsung di wilayah KM 14, Tanjungpinang.

Tuduhan sepihak tersebut dinilai sangat merugikan secara moral maupun profesional. Tidak hanya mencoreng nama baik media, tapi juga menyerang integritas pribadi Edo Jurnalis, yang selama ini dikenal aktif mengusung kerja-kerja jurnalistik yang menjunjung etika dan kode etik pers.

Ketua umum DPP LSM MAUNG Hadyaksa Prana melalui anggota investigasi DPP LSM MAUNG KEPRI Dedek Wahyudi C.PS pun angkat bicara meminta dengan tegas kepada aparat penegak hukum khususnya polresta tanjung pinang agar segera menindaklanjuti kasus ini dan mengungkap pelaku di balik unggahan tersebut dan meminta menutup perjudian gelanggang ayam dan cingkoko di KM14.

“Kami juga mendesak Polresta Tanjungpinang untuk segera mengungkap siapa pelaku yang memposting tuduhan di Facebook itu. Jangan sampai pencemaran nama baik ini dibiarkan berlarut-larut. Ini penting, demi menjaga marwah pers dan kehormatan pribadi Pimpinan TJN,” tegas Dedek Wahyudi C.PS dalam pernyataannya melalui pesan singkat whatsapp.

“Jika benar ada aktivitas perjudian di sana, maka pihak kepolisian wajib bertindak.Tutup dulu jangan sampai justru yang diserang malah pihak yang bersih,” tambahnya.

Pihak pelapor, Edo Jurnalis, berharap laporan ini dapat ditangani secara profesional dan transparan oleh penyidik Polresta Tanjungpinang.
“Kami percaya kepada pihak kepolisian untuk memproses laporan ini secara adil, demi terciptanya ruang digital yang sehat dan bebas fitnah,” ujarnya singkat.

Kasus ini menjadi sorotan publik, mengingat pentingnya menjaga ruang digital dari serangan hoaks dan fitnah, terlebih ketika menyangkut profesi wartawan dan media yang berperan sebagai pilar demokrasi. (NZ,)