RIAU – Inspirasi. Online || Kapolsek Kerumutan, Ipda M. Ali Sodiq, S.Psi., turut menghadiri rapat mediasi yang difasilitasi oleh Pemerintah Kabupaten Pelalawan untuk menyelesaikan konflik agraria antara Forum Pembela Keadilan Masyarakat Kerumutan Bersatu dan manajemen PT. Gandaerah Hendana, Rabu (22/1/2025). Kegiatan dilaksanakan di Ruang Rapat Utama Lantai II Kantor Bupati Pelalawan, Kecamatan Pangkalan Kerinci.
Mediasi yang dimulai pukul 11.00 WIB tersebut dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Sekretaris Daerah Pelalawan T. Zulfan, S.E., Kapolres Pelalawan AKBP Afrizal Asri, S.I.K., anggota DPRD Kabupaten Pelalawan, jajaran dinas terkait, kuasa hukum masyarakat, perwakilan perusahaan, serta sejumlah tokoh masyarakat.
Dalam pertemuan ini, Forum Pembela Keadilan Masyarakat Kerumutan Bersatu mengajukan beberapa tuntutan kepada PT. Gandaerah Hendana, di antaranya:
• Pengembalian lahan ± 541 hektare yang diklaim di luar HGU dan pembayaran kerugian masyarakat.
• Penyerahan lahan plasma sebesar 270 hektare (20% dari HGU).
• Pemulihan sungai-sungai yang telah dirusak.
• Transparansi terkait kepemilikan dan batas HGU perusahaan.
• Pengeluaran dana CSR untuk masyarakat sekitar sesuai regulasi.
Kapolres Pelalawan, AKBP Afrizal Asri, S.I.K., menekankan pentingnya transparansi dan komunikasi terbuka antara perusahaan, masyarakat, dan pemerintah. Beliau juga mengingatkan semua pihak untuk menempuh jalur hukum dan menghindari tindakan anarkis. “Konflik agraria ini telah berlangsung terlalu lama. Kami berharap mediasi ini menjadi langkah awal penyelesaian yang konkret dan permanen,” ujarnya.
Rapat menghasilkan kesepakatan untuk melanjutkan pembahasan pada pertemuan lanjutan yang dijadwalkan pada Kamis, 30 Januari 2025, di tempat yang sama.
Kegiatan berakhir pukul 12.30 WIB dalam situasi aman dan kondusif. Semua pihak diharapkan hadir pada pertemuan selanjutnya untuk mencapai solusi terbaik demi kepentingan bersama.
( Irwan Ocu Bundo)